
Belakangan ini orang-orang sering mengategorikan kelompok manusia menjadi beberapa generasi dan melabeli mereka dengan sifat-sifat dan kebiasaan mereka berdasarkan periode kelahiran. Tiap generasi biasanya sering melabeli generasi di bawahnya sebagai generasi yang norak. Sebaliknya, generasi yang di atasnya sering dilabeli sebagai generasi kolot yang udah ga relevan. Gw jadi penasaran terhadap label generasi ini. Apa yang bikin para ahli mengategorikan generasi seperti ini dan berdasarkan apa?
The Lost Generation (Before 1900)
Generasi yang Hilang adalah generasi untuk orang-orang yang lahir sebelum tahun 1900. "Hilang" di sini maknanya lebih ke kehilangan arah. Bukan "hilang" secara harfiah😅. Orang-orang yang lahir di era itu hidup dalam keadaan rebel, banyak perampok, hukum masih pakai hukum rimba, dan segala keliarannya. Bagi yang pernah main game Red Dead Redemption, nah itulah gambaran The Lost Generation saat itu.
The Greatest Generation (1901-1927)
Generasi ini lahir di era Perang Dunia I dan tumbuh besar di Perang Dunia II. Ini sebenarnya lebih ke Amerika-sentris karena Amerika memenangkan Perang Dunia I dan Perang Dunia II, makanya disebut "The Greatest". Mereka lahir dan tumbuh di era Perang Dunia dan merasakan era depresi. Lalu ketika Perang Dunia II meletus sebagian dari mereka juga ikut perang. Mereka dikenal sebagai generasi yang menyelamatkan dunia dari tangan para fasis menurut pihak barat. Di keluarga besar gw kayaknya nenek buyut gw deh yang lahir di era ini.
The Silent Generation (1928-1945)
Mereka adalah generasi yang lahir ketika Perang Dunia meletus dan tumbuh besar pasca Perang Dunia II berakhir. Angka kematian sangat tinggi dan angka kelahiran menurun drastis akibat perang. Teman seumuran mereka ga banyak. Disebut "Silent" karena mereka karakternya pendiam, penurut, disiplin, dan ga banyak komplain. Mereka generasi yang struggle pasca Perang Dunia II berakhir karena dunia masih hancur efek perang. Mereka juga generasi yang nantinya akan punya banyak anak pasca perang.
Baby Boomer (1946-1964)
Ini generasi yang masih lumayan banyak kita temui di era saat ini. Mereka lahir pasca Perang Dunia II berakhir dan tumbuh di era ekonomi sulit dampat perang dunia. Kata "Baby Boomer" berasal dari angka kelahiran yang tinggi. Pasca Perang Dunia II berakhir, orang-orang pada bikin anak sehingga angka kelahiran naik drastis dan angka kematian menurun, kebalikan dari The Silent Generation. Dampaknya, populasi membludak. Ini generasi yang susah nyari kerja dan menghadapi ekonomi sulit. Makanya generasi ini sering adu nasib tentang bagaimana susahnya kehidupan di jaman mereka dulu dibanding sekarang. Mereka generasi yang benar-benar pekerja keras buat bisa makan.
Generation X (1965-1980)
Kadang ini disingkat jadi Gen X. Dinamakan "X" karena saat itu orang-orang bingung mau ngasih nama apa sama generasi ini😅. X artinya "unknown". Mereka generasi yang tumbuh di era yang lebih baik daripada era Baby Boomer, di mana saat itu roda ekonomi udah mulai berputar. Industri sudah mulai berjalan normal pasca perang. Mereka juga menyaksikan perang dingin antar blok. Banyak dari mereka berkarakter mandiri dan adaptif terhadap perubahan pada jamannya. Mereka menjadi saksi peralihan dunia analog dengan dunia digital, masa transisi antara era Baby Boomer dan era Millenial. Di jaman ini teknologi seperti komputer, tv berwarna, pager, dan sejenisnya mulai digunakan walau masih terbatas.
Generation Y / Millennial (1981-1996)
Disebut "Y" karena generasi ini adalah generasi lanjutan dari generasi X. Nama lainnya adalah Millennial, karena generasi ini yang merasakan dari anak-anak hingga remaja tumbuh di era awal 2000an yang disebut sebagai era millennium, era di mana dunia diprediksi akan sangat canggih. Generasi ini tumbuh besar di era digitalisasi. Ditandai dengan investor-investor mulai rame berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang memiliki website karena dianggap sebagai masa depan. Teknologi semakin masif perkembangannya. Warnet, telepon genggam, hingga komputer pribadi mulai rame digunakan anak-anak Millennial. Mereka adalah generasi terakhir yang pernah menikmati dunia tanpa internet, sosial media, dan smartphone. Generasi ini adalah generasi yang mulai menuntut keseimbangan antara kehidupan dan karir.
Generation Z / Zoomer (1997-2012)
Generation Z yang sering disingkat jadi Gen Z adalah lanjutan dari alfabet Y. Ada juga yang menyebutnya sebagai generasi Zoomer, berasal dari istilah "Zoom" untuk meeting online karena mereka lahir dan tumbuh di era internet & smartphone mulai jadi kebutuhan hidup. Sejak kecil mereka udah akrab sama smartphone, media sosial, dan akses internet yang cepat. Mereka merasakan dampak perubahan iklim. Mereka dikenal dengan karakter yang lebih realistis tentang kehidupan, melek finansial, dan mulai sadar akan kesehatan mental.
Generation Alpha (2013-now)
Alpha adalah karakter lanjutan dari huruf Z sesuai abjad Yunani. Ini generasi yang lahir di era yang jauh lebih canggih lagi. Mereka dari kecil udah mulai merasakan AI, perangkat touchscreen, dan teknologi & internet sudah jadi bagian kebutuhan sehari-hari yang susah dipisahkan. Mereka akan sulit hidup tanpa internet. Generasi ini masih berlanjut hingga tahun ini dan diperkirakan berakhir sebelum 2030.
Gap Generation
Sepengalaman gw gap antar generasi itu memang ada. Contohnya dari selera musik, gw tumbuh ngedengerin lagu Jamrud, Dewa, Peterpan, dan sejenisnya. Itu ditanggapi sinis sama Om dan Tante gw yang merupakan Gen X, "Lagu apaan sih ini? Teriak-teriak ga jelas, berisik doang isinya. Aneh bener selera musik anak jaman sekarang". Itu karena di jaman mereka muda dulu yang lagi hits itu lagu-lagunya Panbers, Endang S Taurina, Nia Daniaty, Rinto Harahap, Pance Pondaag, dan sebagainya yang temponya slow. Sedangkan di era gw dari kecil sampai remaja yang lagi hits itu musik rock sama alternative yang ga masuk di telinga mereka. Sekarang udah eranya Gen Z dan giliran Millennial yang nge-judge selera musik Gen Z kayak Om & Tante gw duluðŸ¤. Gw sendiri sebagai Millennial juga ngerasa banyak yang udah ga masuk sih seleranya, tapi gw lebih memakluminya aja karena memang udah berbeda trendnya. Ga ada gunanya jadi orang bitter dan sinis, perubahan trend itu ga bisa ditolak. Kalau ga bisa mengikuti trend ya ga usah memaksakan selera dan merasa lebih baik. Harusnya ingat umur aja sihðŸ¤. Stereotype orang tua yang identik suka sinis sama selera orang itu harus dihentikan dimulai dari Millennial.
Setiap generasi sering merasa lebih baik daripada generasi lainnya. Kayak Gen X dan Millennial sering menilai Gen Z sebagai generasi yang cengeng, pembangkang, dan sebagainya. Banyak dilihat di sosial media saat ada berita anak sekolah Gen Z yang bikin kenakalan remaja, muncul quotes-quotes perbandingan dari generasi-generasi sebelumnya tentang bagaimana kerennya generasi mereka. Padahal menurut gw generasi dulu aibnya juga ada, cuma ketutup sama belum adanya teknologi kayak sekarang. Di angkatan gw dulu juga ada kenakalan remaja yang menghebohkan, tapi hanya gempar di sekitaran itu saja. Paling mentok masuk koran lokal, bukan koran nasional. Untungnya juga bukan di headline koran, tapi di kolom berita kecil di halaman ke sekian. Itu aja udah bikin panik pihak sekolah karena sekolah gw SMA unggulan. Jaman Abang gw SMP tahun 1991 juga ada kasus murid berantem sama guru olahraga sampai berdarah-darah, tapi yang tau kasus itu cuma angkatan Abang gw di SMP itu doang. Kalau itu kejadian di jaman sekarang udah pasti bakal banyak video yang beredar, bahkan ada yang live TikTok mungkin. Bisa geger se-Indonesia itu😂. Itu baru satu kasus, gw yakin masih ada kasus lain di jaman itu yang ga ketahuan. Hal-hal kayak gini selalu menjurus ke stereotype: "anak jaman sekarang bla bla bla". Padahal itu cuma secuil kejadian yang hebohnya gede banget, sedangkan hal-hal positif lainnya jadi ketutup karena kasus itu. Teknologi punya peran besar di sini. Dulu kalau ini kejadian di generasi gw, mereka bilangnya: "Ini karena jaman sekarang udah ga diajarin lagi pelajaran PMP". Padahal di tahun 80an sama 90an saat masih ada pelajaran PMP kasus kayak gini juga ada.
Sebaliknya, Gen Z dan Millennial sering menilai Gen X dan Baby Boomer sebagai generasi yang kolot, ga open-minded, haus validasi, dan sebagainya. Kalau menurut gw ini bisa berulang sih, tinggal menunggu waktu nanti saat Millennial dan Gen Z makin tua, behavior mereka mungkin akan nyebelin juga di mata Gen Alpha seperti Gen X dan Baby Boomer sekarang😅. Udah keliatan dari beberapa Millennial angkatan awal yang sering dituduh Boomer di sosial media karena behaviornya dinilai kayak Boomer, padahal mereka masih golongan Millennial.
Penutup
Secara umum pengelompokan ini didasarkan pada beberapa faktor seperti sejarah bersama, perkembangan teknologi, dan kondisi sosial-ekonomi. Pengelompokan ini sebenarnya bukan berdasarkan sains & ilmu pasti, melainkan kepercayaan dari beberapa organisasi sensus yang disepakati sebagai standar bersama. Jadi, wajar saja akan ada pro-kontra bagi sebagian yang merasa kurang relate dengan definisinya. Setelah bikin tulisan ini gw baru sadar, di keluarga inti gw ternyata terdiri dari lintas generasi. Kedua orang tua gw adalah Baby Boomer. Anak pertama dan anak kedua adalah Gen X. Anak ketiga, keempat, dan gw sendiri adalah Millennial. Adik gw kalau masih hidup adalah Gen Z. Ada 4 generasi di keluarga gw😅.
